Poltekkes Kemenkes Padang Kembangkan Laboratorium Komunitas Manajemen Bencana di Nagari Katapiang
Admin (HB)
28/08/2026 09:42 WIB

Padang Pariaman, 20 Agustus 2026 – Poltekkes Kemenkes Padang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) mengembangkan Laboratorium Komunitas Manajemen Bencana Pusat Unggulan IPTEK di Nagari Katapiang, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Poltekkes Kemenkes Padang dalam memperkuat wilayah binaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai risiko bencana.
Pengembangan Laboratorium Komunitas Manajemen Bencana diarahkan sebagai wadah pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan aspek kesehatan dengan potensi dan kearifan lokal masyarakat Nagari Katapiang.
Kegiatan dilaksanakan melalui praktik dan simulasi tanggap bencana dengan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keilmuan di Poltekkes Kemenkes Padang, yaitu Kesehatan Lingkungan, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan Promosi Kesehatan. Setiap bidang memberikan kontribusi sesuai kompetensinya dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana.
Melalui kegiatan simulasi, masyarakat memperoleh pengalaman langsung mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi kondisi kedaruratan. Kegiatan tidak hanya menekankan respons ketika bencana terjadi, tetapi juga penguatan aspek pencegahan, mitigasi, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan kelompok rentan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta komunikasi dan promosi kesehatan pada situasi bencana.
Kegiatan pada 20 Agustus 2026 tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian Nagari Katapiang sebagai wilayah binaan Poltekkes Kemenkes Padang. Peresmian ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan kolaborasi dalam pelaksanaan dan pengembangan berbagai program di Nagari Katapiang. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan simulasi, tetapi berkembang menjadi program pendampingan yang berkelanjutan sesuai kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.
Pengembangan Laboratorium Komunitas Manajemen Bencana juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran lapangan bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan pendekatan interprofesional dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan akademik tidak hanya berlangsung di kampus, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ke depan, Poltekkes Kemenkes Padang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat akan terus memperkuat Nagari Katapiang sebagai model wilayah binaan berbasis kesiapsiagaan bencana. Program akan dikembangkan melalui sinergi lintas profesi, pemberdayaan masyarakat, penerapan hasil penelitian, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kedaruratan.
Melalui pengembangan Laboratorium Komunitas Manajemen Bencana Pusat Unggulan IPTEK, Poltekkes Kemenkes Padang berharap dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang semakin siap, mandiri, adaptif, dan tangguh menghadapi bencana, sekaligus menghasilkan model pengembangan wilayah binaan yang dapat direplikasi di daerah lainnya.